Poltekkes Kemenkes Riau Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Mahasiswa Berprestasi Wilayah Regional 1 Sumatera

Pekanbaru, 29 April 2024. Kemenkes Poltekkes Riau ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan seleksi mahasiswa berprestasi Kemenkes Poltekkes wilayah regional 1 Sumatera. Kendati demikian, yang menjadi ketua pelaksana dari kegiatan ini adalah Kemenkes Poltekkes Medan. Komunikasi dan koordinasi atas kedua Poltekkes tersebut terlah dilaksanakan dengan baik demi terlaksanya kegiatan ini.

 

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh hadirin yang hadir secara hybrid (di ruangan aula lantai 4 gedung laboratorium Kemenkes Poltekkes riau dan daring di zoom).

Demi terlaksananya kegiatan ini dengan lancar dan penuh keberkahan, kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin secara Islam oleh bapak Nur Kholis, M.Pd.

Tari persembahan oleh UKM Seni Kemenkes Poltekkes Riau.

Pembukaan oleh Direktur, ibu Rully Hervrialni, SST, Bdn, M.Keb, M.H. Sambutan beliau dimulai dengan salam integritas dan salam semangat khas Kemenkes Poltekkes Riau. Dalam sambutannya, ibu direktur mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kemenkes Poltekkes Medan sebagai ketua Pelaksana atas terlaksanaya kegiatan pada hari ini. “Saya yakin, Kemenkes Poltekkes Medan memilih Kemenkes Poltekkes Riau sebagai tuan rumah, tidak lain dan tidak bukan agar bisa silaturrahmi di Kemenkes Poltekkes Riau”. Beliau juga mengapresiasi seluruh peserta yang hadir untuk bertanding di Kemenkes Poltekkes Riau hari ini. “Ananda sekalian adalah orang-orang terpilih, bersainglah dengan baik dan sehat, semoga dapat membanggakan Poltekkes Kemenkes kita bersama”.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur ketua Pelaksana kegiatan dari Kemenkes Poltekkes Medan yaitu ibu R.R Sri Arini Winarti Rinawati, SKM., M.Kep. Pada sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh bagian yang terlibat dalam mensukseskan jalannya kegiatan hari ini yang juga tidak terlepas dari kontribusi jur-juri yang akan menilai peserta-peserta mahasiswa kita nanti. “Tim Wadir 3 Regional 1 sudah bersatu untuk kegiatan ini mulai dari evalusai, tracer studi, dll”. Untuk alasan mengapa kegiatan ini mengapa dilaksanakan di Riau, beliau menuturkan “Kita ini cinta sekali dengan Riau, first impression saya sangat luar biasa sekali oleh Kemenkes Poltekkes Riau, mulai dari satpamnya yang ramah tamah, sampai seluruhnya, sambutannya, luar biasa”.

Ibu Dora Handykan, SST, MKM sebagai Penanggung Jawab Serapan Lulusan Poltekkes Kemenkes Dalam dan Luar Negeri turut memberi sambutan pada kegiatan pembukaan pada hari ini. Pada sambutannya, beliau sepakat dengan pernyatakan ibu Arini mengenai kerhamahan Kemenkes Poltekkes Riau dalam memberi sambutan terhadap tamu-tamunya. Untuk selanjutnya, pada pedoman mawapres Regional, setiap poltekkes wajib menyediakan media-media atau wahana-wahana agar calon mahasiswa dapat berkembang, agar nantinya mahasiswa sudah siap untuk mengikuti kegiatan mawapres tingkat regional maupun internasional. “Ananda sudah melewati serangkaian seleksi di Poltekkesnya masing-masing, kali ini bersainglah sebaik-baiknya di regional 1 Sumatera”.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan atau “pencerahan” oleh bapak dr. Rudolf W. Matindas tentang penyamaan persepsi penjurian dan penilaian. Pada seleksi mawapres kali ini terdapat 3 juri yang diundang dalam prosesnya yaitu, yaitu juri naskah gagasan kreatif, juri capaian unggulan dan juri kemapuan bahasa inggris. Pada sambutanny, beliau juga menyampaikan empat jenis dari kompetensi yang harus dimiliki seorang juri, yaitu :

  1. Objektifitas: Objektifitas adalah kemampuan untuk menilai sesuatu secara adil dan tidak memihak. Seorang juri yang objektif mampu melihat kinerja atau karya seseorang tanpa terpengaruh oleh faktor-faktor pribadi atau eksternal yang tidak relevan.
  2. Cermat: Cermat dalam konteks penilaian sebagai juri berarti kemampuan untuk melihat detail dan perbedaan kecil yang mungkin mempengaruhi penilaian. Seorang juri yang cermat tidak melewatkan hal-hal kecil menggali data secermat mungkin melalui pengamatan, kemungkinan, pertanyaan, mempelajari rekam jejak didunia digital.
  3. Curiosity: Curiosity atau rasa ingin tahu adalah kemampuan untuk tetap terbuka terhadap hal-hal baru dan berbeda. Seorang juri yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan cenderung mencari informasi tambahan, memperluas wawasannya, dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang sebelum membuat keputusan. Hal ini juga berkaian dengan keinginan memberikan kesempatan kepada kandidat utuk mengekspresikan dirinya, mendorong hal-hal yang bhakan mungkin tidak disadari oleh sang kandidat
  4. Kolaborasi: Kolaborasi adalah kemampuan untuk bekerja sama dengan juri lainnya atau pihak-pihak terkait lainnya dalam proses penilaian. Seorang juri yang baik dalam kolaborasi akan dapat bekerja sama dengan timnya untuk mencapai pemahaman yang lebih baik dan menghasilkan keputusan yang lebih baik pula.