D4 Kebidanan

GAMBARAN UMUM

            Program studi merupakan unsur pelaksana akademik yang melaksanakan pendidikan profesional dalam sebagian atau satu cabang ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesehatan tertentu. Program Studi DIV Kebidanan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau berdiri pada tanggal 4 Januari 2010 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia  No. HK.03.05/I/II/4/0005/2010.

Program Studi DIV Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau terakreditasi B dengan nilai 82,12 berdasarkan Keputusan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan No. HK.06.01/III/3/02502/2011 tanggal 30 Desember 2011.

LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN

Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan Bhineka Tunggal Ika memberikan landasan filosofis serta berbagai prinsip dasar dalam pembangunan pendidikan dan kebudayaan. Landasan filosofis tersebut, menempatkan manusia Indonesia sebagai makhluk yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya dengan tugas memimpin kehidupan yang berharkat dan bermartabat serta menjadi manusia yang bermoral, jujur, berbudi luhur, berakhlak mulia, mempunyai karakter dan jati diri bangsa, serta menghargai keragaman budaya. Pendidikan dan kebudayaan merupakan upaya menjadikan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu menjunjung tinggi dan memegang dengan teguh norma dan nilai sebagai berikut :

  • Norma agama dan kemanusian untuk menjalani kehidupan sehari-hari, baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, makhluk individu, maupun makhluk sosial.
  • Norma persatuan bangsa untuk membentuk karakter bangsa dalam rangka memelihara keutuhan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.
  • Norma kerakyatan dan demokrasi untuk membentuk manusia yang memahami dan menerapkan prinsip-prinsip kerakyatan dan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  • Nilai-nilai keadilan sosial untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang merata dan bermutu bagi seluruh bangsa serta menjamin penghapusan segala bentuk diskriminasi dan bias gender serta terlaksananya pendidikan untuk semua dalam rangka mewujudkan masyarakat berkeadilan sosial.

Visi dan Misi Program Studi D III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau

 Visi merupakan cita-cita dan tujuan yang hendak dicapai oleh suatu organisasi dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga pimpinan beserta seluruh civitas akademika memiliki acuan untuk mewujudkan sebuah Perguruan Tinggi yang inovatif dibidang akademik baik dosen dan pegawai dalam menjalankan profesi dan tugas-tugas pengabdiannya untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang Profesional dan Bermartabat. Makna lain yang terkandung dalam pengertian Visi tersebut adanya upaya pimpinan beserta civitas akademika untuk memfasilitasi seluruh aktivitas proses pembelajaran menuju terwujudnya output yang berkualitas dan menampilkan  karakter dan etika dengan menjunjung tinggi martabat profesi dalam pengabdian dirinya ditengah-tengah masyarakat. Berdasarkan perumusan Visi secara umum diatas, maka Visi dan Misi Program Studi D III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau adalah :

VISI:

Menghasilkan Sarjana Terapan Kebidanan  yang professional, unggul, kompetitif dan berjiwa entrepreneur di Era Global pada tahun 2029.

MISI:
  1. Menyelenggarakan Pendidikan dan Pengajaran yang berkualitas sesuai dengan perkembangan teknologi serta berbudi pekerti luhur.
  2. Menyelenggarakan Penelitian Kebidanan Untuk Mengembangkan Keilmuan Kebidanan.
  3. Melaksanakan pengembangan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada tujuan dan program pembangunan kesehatan.

TUJUAN

Tujuan Program Studi D IV Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau adalah :

  1. Menghasilkan Sarjana Terapan Kebidanan yang kompeten dan berbudi pekerti luhur dalam memberikan asuhan kebidanan dengan memanfaatkan IPTEKS kebidanan bagi individu, keluarga, dan masyarakat yaitu :
  • Sarjana Terapan Kebidanan yang mampu mengaplikasikan asuhan kebidanan dengan memanfaatkan IPTEKS pada ibu hamil, bersalin, nifas dan menyusui, bayi baru lahir, balita dan Keluarga Berencana & kesehatan reproduksi sesuai siklus hidup perempuan pada kondisi normal, maupun dengan penyulit secara profesional serta mampu berdaptasi dengan berbagai situasi  (evidence based) dengan menggunakan manajemen kebidanan pada tatanan pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tertier. (Care Provider)
  • Sarjana Terapan Kebidanan yang mampu menjadi penggerak masyarakat dalam bidang kesehatan ibu dan anak dengan memanfaatkan IPTEKS melalui upaya promotif, preventif, serta kerjasama lintas program dan lintas sektoral untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak dengan memperhatikan potensi, sosial budaya dan sumber daya lokal yang tersedia. (Community Leader)
  • Sarjana Terapan Kebidanan yang mampu berkomunikasi dengan memanfaatkan IPTEKS tepat guna dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi. (Communicator)
  • Sarjana Terapan Kebidanan yang mampu menjadi pendidik kesehatan terkait dengan Kesehatan Ibu dan Anak dengan memanfaatkan IPTEKS kepada individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat serta memiliki kemampuan preseptorship dan mentorship dengan memperhatikan potensi, sosial budaya dan sumber daya lokal yang tersedia. (Educator)
  • Sarjana Terapan Kebidanan yang mampu mengelola layanan kesehatan ibu dan anak pada tatanan pelayanan primer, sekunder dan tertier dengan memanfaatkan IPTEKS serta memperhatikan potensi, sosial budaya dan sumber daya lokal yang tersedia. (Manager)
  • Sarjana Terapan Kebidanan yang mampu menjadi Peneliti dalam bidang kebidanan. (Reseacher)
  • Sarjana Terapan Kebidanan yang mampu sebagai wirausahawan dalam memulai dan/atau mengelola sebuah usaha praktik profesional (Bidan Praktek Mandiri maupun Klinik Bersalin) dengan mengembangkan kegiatan berbasis kreativitas dan inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan klien, keluarga, dan masyarakat untuk kemajuan/keberhasilan praktik profesional kebidanan. (Entrepreneur)

 

 

2. Mengembangkan Pengetahuan dan Keterampilan dosen dengan meningkatkan pendidikan ke jenjang S2 dan S3 serta mengikuti pelatihan/seminar yang berhubungan dengan keilmuan kebidanan

3. Menghasilkan Sarjana Terapan Kebidanan yang memiliki kemampuan berwirausaha dan berjiwa enterpreneur sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

4. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Penelitian Dosen dalam bidang kebidanan dengan mengikutsertakan mahasiswa

5. Menghasilkan Sarjana Terapan Kebidanan yang kompeten meneliti dalam bidang kebidanan.

6. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Pengabdian Masyarakat Dosen dalam bidang kebidanan yang di fokuskan pada Daerah Binaan dengan mengikutsertakan Mahasiswa.

7. Menghasilkan Sarjana Terapan Kebidanan yang mempunyai kemampuan memberikan pendidikan kesehatan yang terkait dengan Kesehatan Ibu dan Anak, kepada individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat.

SASARAN

Sasaran Prodi DIV Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau adalah :

  1. Terwujudnya Profesionalisme dosen dalam Pengelolaan Pendidikan
  2. Terwujudnya pengelolaan Prodi yang  terstandar
  3. Terwujudnya kualitas dan kuantitas lulusan yang mampu menghadapi persaingan global
  4. Terwujudnya peran serta stakeholder dalam pengembangan pendidikan di Prodi
  5. Terwujudnya Dosen Peneliti yang handal
  6. Terwujudnya peran serta Prodi dalam pemberdayaan potensi masyarakat untuk berperilaku hidup sehat

Sasaran mutu Prodi DIV Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau akan dapat adalah :

  1. 90% mahasiswa lulus tepat waktu
  2. 90% lulusan dengan IPK >3,00
  3. Penyerapan lulusan di pasar kerja ≤ 6 bulan sebanyak 75%
  4. Selama pendidikan mahaiswa memiliki minimal 3 sertifikat pelatihan dan atau seminar
  5. Melaksanakan penelitian bidang kebidanan/kesehatan minimal 1 judul penelitian per dosen per tahun.
  6. Melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat minimal 2 kegiatan per dosen per tahun