D3 Kebidanan

GAMBARAN UMUM

Program Studi DIII Kebidanan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau berdiri bersamaan dengan berdirinya Poltekkes Kemenkes Riau berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia  No. 298/MENKES-KESOS/SK/IV/2001 tanggal 16 April 2001. Program studi merupakan unsur pelaksana akademik yang melaksanakan pendidikan profesional dalam sebagian atau satu cabang ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesehatan tertentu. Program Studi DIII Kebidanan terakreditasi B dengan nilai 83,12 berdasarkan Keputusan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan No. HK.06.01/III/3/02414/2011 tanggal 30 Desember 2011

 

LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN

Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan Bhineka Tunggal Ika memberikan landasan filosofis serta berbagai prinsip dasar dalam pembangunan pendidikan dan kebudayaan. Landasan filosofis tersebut, menempatkan manusia Indonesia sebagai makhluk yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya dengan tugas memimpin kehidupan yang berharkat dan bermartabat serta menjadi manusia yang bermoral, jujur, berbudi luhur, berakhlak mulia, mempunyai karakter dan jati diri bangsa, serta menghargai keragaman budaya. Pendidikan dan kebudayaan merupakan upaya menjadikan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu menjunjung tinggi dan memegang dengan teguh norma dan nilai sebagai berikut :
  • Norma agama dan kemanusian untuk menjalani kehidupan sehari-hari, baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, makhluk individu, maupun makhluk sosial.
  • Norma persatuan bangsa untuk membentuk karakter bangsa dalam rangka memelihara keutuhan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.
  • Norma kerakyatan dan demokrasi untuk membentuk manusia yang memahami dan menerapkan prinsip-prinsip kerakyatan dan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  • Nilai-nilai keadilan sosial untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang merata dan bermutu bagi seluruh bangsa serta menjamin penghapusan segala bentuk diskriminasi dan bias gender serta terlaksananya pendidikan untuk semua dalam rangka mewujudkan masyarakat berkeadilan sosial.

 

VISI DAN MISI PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES RIAU
Visi merupakan cita-cita dan tujuan yang hendak dicapai oleh suatu organisasi dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga pimpinan beserta seluruh civitas akademika memiliki acuan untuk mewujudkan sebuah Perguruan Tinggi yang Inovatif dibidang akademik baik dosen dan pegawai dalam menjalankan profesi dan tugas-tugas pengabdiannya untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang Profesional dan Bermartabat. Makna lain yang terkandung dalam pengertian Visi tersebut adanya upaya pimpinan beserta civitas akademika untuk memfasilitasi seluruh aktivitas proses pembelajaran menuju terwujudnya output yang berkualitas dan menampilkan  karakter dan etika dengan menjunjung tinggi martabat profesi dalam pengabdian dirinya ditengah-tengah masyarakat. Berdasarkan perumusan Visi secara umum diatas, maka Visi dan Misi Program Studi D III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau adalah :
Visi :
Menghasilkan tenaga Ahli Madya Kebidanan yang kompeten dan berakhlak mulia serta mampu menghadapi persaingan Global tahun 2029
Misi :
  1. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran dengan menerapkan kurikulum berbasis kompetensi mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
  2. Melaksanakan penelitian kebidanan untuk mengembangkan keilmuan kebidanan
  3. Melaksanakan pengabdian masyarakat dalam bidang kesehatan khususnya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

 

TUJUAN PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES RIAU :
  1. Menghasilkan Ahli Madya Kebidanan  yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi, memenuhi Standar Kompetensi Bidan Indonesia serta mampu menerapkan, mengembangkan dan memperluas ilmu kebidanan secara mandiri, berkelanjutan dan professional yang sesuai  dengan kebutuhan stakeholder dan mampu menghadapi persaingan global, yaitu :
  • Menghasilkan Ahli Madya Kebidanan yang mampu memberikan asuhan kebidanan secara efektif, aman, dan holistik dengan memperhatikan aspek budaya terhadap ibu hamil, bersalin, nifas dan menyusui, bayi baru lahir, balita dan kesehatan reproduksi pada kondisi normal berdasarkan standar praktik kebidanan dan kode etik profesi (Care Provider)
  • Menghasilkan Ahli Madya Kebidanan yang mampu menjadi penggerak dan pengelola masyarakat dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak dengan menggunakan prinsip partnership dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kewenangan dan lingkup praktik bidan. (Community Leader)
  • Menghasilkan Ahli Madya Kebidanan yang mampu berkomunikasi secara efektif dengan perempuan, keluarga, masyarakat, sejawat dan profesi dalam upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. (Communicator)
  • Menghasilkan Ahli Madya Kebidanan yang mampu mengelola klien dalam asuhan kebidanan dalam tugas secara mandiri, kolaborasi (team) dan rujukan dalam konteks asuhan kepada individu, keluarga dan masyarakat (Manager)
  1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas Pendidikan Dosen  Kebidanan  ke jenjang pendidikan S2 dan S3
  2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas Penelitian Dosen Kebidanan dalam mengembangkan ilmu kebidanan dan menghasilkan metode/model dalam pelayanan kebidanan
  3. Meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan Pengabdian Masyarakat Dosen Kebidanan dalam lingkup Kesehatan Ibu dan Anak untuk memberdayakan masyarakat agar dapat mandiri dan berperilaku hidup sehat.
  4. Meningkatkan keterlibatan  mahasiswa dalam  penelitian kebidanan dan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

 

SASARAN

Sasaran mutu Prodi DIII Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau akan dapat mencapai sasaran strategis berikut ini :
  1. 90% mahasiswa lulus tepat waktu
  2. 90% lulusan dengan IPK 3,00
  3. Penyerapan lulusan di pasar kerja ≤ 6 bulan sebanyak 75%
  4. Selama pendidikan mahaiswa memiliki minimal 3 sertifikat pelatihan dan atau seminar
  5. Melaksanakan penelitian bidang kebidanan/kesehatan minimal 1 judul penelitian per dosen per tahun.
  6. Melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat minimal 2 kegiatan per dosen per tahun